Monday, May 18, 2020

SYARAT DAN KETENTUAN PENERIMAAN SISWA BARU JENJANG SMP

Sebentar lagi kita akan menyambut tahun ajaran baru. Bagi siswa yang kelas 6 sekarang siap-siap ke jenjang SMP. Bagi guru perlu mempersiapkan teknis penerimaan siswa baru. Syarat dan ketentuan penerimaan siswa baru tahun ajaran 2020/2021 berdasarkan  Permendikbud No. 44 Tahun 2019. Dalam artikel kali ini, saya akan merangkum isi dari Permen tersebut mengenai penerimaan siswa baru jenjang SMP.
Adapun persyaratan calon peserta didik baru jenjang SMP adalah sebagai berikut.
1. Berusia paling tinggi 15 tahun pada tanggal 1 juli 2020. Ini buktikan dengan akta kelahiran atau surat keterangan lahir yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang dan dilegalisir oleh lurah/kepala desa atau pejabat setempat lain yang berwenang sesuai dengan domisili calon peserta didik. Sekolah dapat menerima siswa baru yang usianya lebih dari 15 tahun jika sekolah tersebut menyelenggarakan pendidikan khusus, menyelenggarakan pendidikan layanan khusus atau berada di daerah tertinggal, terdepan dan terluar.
2. Memiliki Ijazah SD/sederajat atau dokumen lain yang menjelaskan telah menyelesaikan kelas 6 SD.
3.  Untuk peserta didik warga negara Indonesia [WNI] atau warga negara asing [WNA] yang berasal dari sekolah di luar negeri wajib mendapatkan surat keterangan dari direktur jendral yang menangani bidang pendidikan dasar. Bagi peserta didik warga negara asing wajb mengikuti matrikulasi pendidikan Bahasa Indonesia paling singkat 6 bulan yang diselenggarakan oleh sekolah yang bersangkutan.

Peserta didik dapat mendaftar melalui 4 jalur yaitu zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orang tua/wali dan prestasi. 
❤ Jalur Zonasi
Kuota jalur zonasi paling sedikit 50% dari daya tampung sekolah. Misalkan daya tampung sekolah tersebut adalah 300 siswa, maka kuota jalur zonasi paling sedikit adalah 150 orang. Zona ditetapkan oleh Pemerintah Daerah dan penerimaannya berdasarkan alamat pada kartu keluarga [KK] yang diterbitkan paling singkat 1 tahun sejak tanggal pendaftaran PPDB. Kartu keluarga dapat diganti dengan surat keterangan domisili dengan catatan peserta didik yang bersangkutan telah berdomisili paling singkat 1 tahun sejak diterbitkannya surat keterangan domisili. Wilayah domisili ini ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.

❤ Jalur Afirmasi
Kuota jalur afirmasi paling sedikit 15% dari daya tampung sekolah. Misalkan daya tampung sekolah tersebut adalah 300 siswa, maka kuota jalur afirmasi paling sedikit adalah 45 siswa. Jalur afirmasi ini diperuntukan bagi siswa yang kurang mampu, ini dibuktikan melalui keikutsertaan peserta didik dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah.

❤ Jalur perpindahan tugas orang tua/wali 
Kuota jalur perpindahan tugas orang tua/wali paling banyak 5% dari daya tampung sekolah. Misalkan daya tampung sekolah tersebut adalah 300 siswa, maka kuota jalur perpindahan tugas orang tua/wali paling banyak adalah 15 orang. Jalur ini dibuktikan dengan surat penugasan dari instansi, lembaga, kantor, atau perusahan yang mempekerjakan. Kuota jalur perpindahan tugas orang tua/wali dapat digunakan untuk anak guru.

❤ Jalur prestasi
Sisa kuota dari ketiga jalur di atas bisa digunakan sebagai jalur prestasi. Jalur prestasi ditentukan berdasarkan nilai ujian sekolah/UN, hasil perlombaan  atau penghargaan di bidang akademik maupun non-akademik pada tingkat internasional, nasional, provinsi dan kabupaten. Bukti atas prestasi ini diterbitkan paling singkat 6 bulan dan paling lama 3 tahun sejak tanggal pendaftaran PPDB. 

Peserta didik hanya dapat memilih 1 jalur pendaftaran PPDB dalam 1 wilayah domisili. Tapi selain dapat melakukan pendaftaran melalui zonasi sesuai wilayah, peserta didik dapat melakukan pendaftaran PPDB melalui jalur afirmasi atau jalur prestasi di luar wilayah zonasi domisili.
Untuk lebih lengkapnya, berikut merupakan isi dari Permendikbud No. 44 Tahun 2019.

Friday, May 8, 2020

RPP satu lembar. Administarsi guru lebih praktis

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau lebih dikenal dengan RPP merupakan salah satu administrasi guru yang harus dipersiapkan guna menunjang/membantu proses pembelajaran. Dengan adanya RPP pembelajaran akan semakin terarah karena RPP dipersiapkan oleh guru sebelum eksekusi di kelas.
Selain membuat pembelajaran semakin terarah, juga membantu guru untuk membuat pembelajaran agar berjalan runtut atau sistematis. Terutama dalam pembelajaran matematika harus disajikan dari hal yang termudah sampai yang tersulit. Kalau proses pembelajarannya tidak sistematis akan berpengaruh pada pemahaman siswa. Siswa akan semakin sulit mengerti materi karena penyajian materi yang tumpang tindih. Dengan adanya RPP, guru dapat menyiapkan pembelajaran agar sistematis dan materi lebih mudah dimengerti oleh siswa. 
Tahun 2019 mentri pendidikan mengeluarkan surat edaran Nomor 14 Tahun 2019  yang berisi format RPP yang akan digunakan oleh guru di masa mendatang. Format RPP yang sekarang bisa dikatakan lebih praktis dan lebih ringkas karena mengandung komponen-komponen inti saja. Komponen inti dalam RPP hanya memuat Tujuan Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, dan Penilaian Pembelajaran. 
Komponen 1. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran ini di dapat berdasarkan kompetensi dasar [KD]  yang digunakan. Merumuskan tujuan pembelajaran harus jelas, dapat diukur dan dapat menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan.
Komponen 2. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran bisa disesuaikan oleh guru tergantung dari model atau metode apa yang digunakan oleh guru. Secara umum kegiatan pembelajaran berisi pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Pada pendahuluan berisi kegiatan doa, apersepsi, menyampaikan tujuan pembelajaran ke siswa. Pada kegiatan inti terjadi proses pembelajaran tergantung dari model atau metode yang digunakan oleh guru. Misalkan pada model pembelajaran kooperatif siswa dibentuk kelompok, siswa diberikan LKS yang telah dibuat oleh guru, siswa mendiskusikan LKS tersebut, siswa mendemontrasikan hasil pengerjaan LKS, guru memberikan motivasi dan memfasilitasi siswa, dll. Pada kegiatan penutup dilakukan kegiatan menarik kesimpulan, memberikan apresiasi bagi peserta didik yang rajin, dan juga menyampaikan materi pada pertemuan selanjutnya ke siswa. 
Komponen 3. Penilaian
Penilaian ini dilakukan guru sepanjang proses pembelajaran. Secara umum penilaian pembelajaran yang dilakukan berupa penilaian sikap, penilaian pengetahuan yang dapat berupa tes tertulis maupun lisan, penilaian kinerja, penilaian portofolio. 
RPP yang dibuat harus memuat minimal tiga komponen tersebut. Guru boleh menambahkan komponen-komponen lainnya sebagai penunjang guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. 
Berikut contoh format RPP sesuai dengan surat edaran Nomor 14 Tahun 2019

Monday, May 4, 2020

Apa sih gunanya belajar matematika??

Matematika merupakan pelajaran yang rumit. Kata itu sering disematkan dalam pelajaran matematika karena begitu banyak rumus yang ada di dalamnya. Matematika menjadi pelajaran yang ditakuti oleh hampir semua siswa di setiap jenjang. Kadang kala siswa sampai berpikir apa sih gunanya matematika itu? Apa sih pentingnya belajar matematika? Keluhan ini sering saya dengar dari siswa saat saya mengajar les privat.

Matematika sudah di ajarkan sejak kita SD sampai SMA. Sudah beberapa ilmu matematika kita pelajari, tapi pernah tidak kalian berpikir dimana gunanya ilmu itu dalam kehidupan sehari-hari. Pernah tidak kalian menerapkan secara langsung?

Kalau kita bicara penerapan matematika, tentunya banyak sekali penerapan matematika tetapi kita jarang sadar bahwa itu penerapan matematika. Penerapan matematika contoh sederhananya saat kita berbelanja di warung, kita mempertimbangkan apa yang kita beli, berapa harganya, berapa banyak kita beli, cukup tidak uang untuk berbelanja, berapa kira-kira kembaliannya. Kalau kita berbelanja di sebuah mall Kita biasa menghitung berapa diskonnya. Saat kita berjualan kita mempertimbangkan untung atau rugi. Saat kita berbicara mengenai sensus penduduk, disana digunakan konsep matematika statistik. Saat kita melakukan penelitian juga menggunakan matematika untuk mengecek hipotesis yang kita gunakan. Bekerja di bank atau koperasi juga banyak menggunakan konsep matematika yang berhubungan dengan bunga tunggal, bunga majemuk, tagihan setiap bulan, dll. 

Penerapan matematika juga di gunakan dalam bidang lain. Misalnya seorang arkeolog menghitung usia fosil menggunakan rumus matematika. Seorang ahli hukum menggunakan teori logika matematika dalam praktiknya. Seorang pengacara menggunakan konsep ini dalam pekerjaannya karena secara umum logika matematika itu mempelajari tentang penarikan kesimpulan. 

Dalam bidang seni juga diterapkan konsep matematika, misalkan seorang arsitek dalam membuat pintu atau bangunan yang ideal menggunakan yang namanya golden rasio/perbandingan istimewa. Seorang animator dalam membuat animasi 3D menggunakan konsep bangun ruang seperti kubus atau balok dan membagi-bagi menjadi beberapa bagian lalu membentuknya. 

Dalam bidang perkembangan teknologi, matematika mempunyai peranan yang sangat penting. Bagaimana tidak?? Dalam membuat perintah-perintah dalam komputer atau yang sering dinamakan dengan algoritma menggunakan konsep matematika, lebih tempatnya logika matematika. 

Selain penerapan-penerapan di atas, dampak/akibat dari mempelajari matematika akan membekali kita dalam berpikir logis, kritis, analitis, sistematis dan kreatif. Dengan memecahkan persoalan matematika, kita dilatih untuk berpikir kritis untuk mempertimbangkan jawaban yang cocok dan masuk dalam logika, menganalisis suatu persoalan agar menemukan jawaban paling cocok sesuai pertanyaan dengan cara sistematis yang terurut. Dalam mencari jawaban dalam matematika tidak hanya bisa dari satu cara, tapi dari banyak cara bisa dilakukan. Ini melatih kita untuk berpikir kreatif. Pemikiran-pemikiran seperti ini akan membantu kita dalam masa mendatang dan akan terlihat saat kita menemui masalah. Menjadikan kita lebih bijak dalam mengambil keputusan karena didasari oleh pertimbangan-pertimbangan yang matang dan logis. 





Friday, April 24, 2020

Gitu aja gak bisa. Mau jadi apa kamu nanti??

Para guru pasti pernah menemui murid yang susah sekali di beri tahu. Susah sekali nangkap pelajaran sehingga kita sebagai pendidik kadang-kadang ingin rasanya melontarkan kata-kata ''Gitu aja gak bisa. Mau jadi apa kamu nanti??''. Terutama saat belajar matematika, hal-hal dasar mereka tidak tahu apalagi mau lanjut ke materi baru. (-6+4) mereka mikirnya lama sekali, bagaimana mau lanjut ke penjumlahan aljabar yang membutuhkan hal dasar seperti itu. Apalagi soal pembagian yang harus menggunakan hitungan pembagian japit, penumlahan saja masih bingung-bingungan. Gimana mau lanjut materi untuk mencari luas daerah yang membutuhkan perhitungan pembagian japit. Matematika itu unik dan berjenjang, kalau dasar kita tidak tahu sudah pasti pelajaran berikutnya tidak akan pernah bisa mengerti.

Disinilah guru dituntut memiliki kesabaran yang tinggi dalam menghadapi murid. Setiap murid tidak sama dalam menangkap materi. Ada yang cepat, diberikan contoh langsung mengerti, ada juga yang lambat berkali-kali disajikan contoh tetap saja tidak mengerti walaupun contoh yang diberikan tidak jauh berbeda dengan soal yang baru.

Sebagai guru penting untuk tidak mengatakan "mau jadi apa kamu nanti??" kepada seorang murid. Nasib seseorang bukan hanya ditentukan oleh pintar tidak dia dalam matematika di kelas, seberapa sering mendapatkan rangking 1 di kelas, seberapa tinggi dia mendapatkan nilai dalam setiap tes, dll. Mungkin saja anak yang seperti di atas memiliki kemampuan dalam berbicara, bersosialisasi, mengemukakan pendapat, menggambar, bermain musik, olahraga, dll. Jadi jangan kaget jika seorang murid yang kita judge sebagai murid tidak bisa hitung-hitungan pada saat sekolah menjadi pemimpin, pengusaha, pemain sepak bola profesional atau orang sukses lainnya dalam masa mendatang. 

Jarang sekali kita temui siswa yang memiliki banyak kemampuan atau multi talent. Kebanyakan siswa mempunyai satu atau dua bidang yang mereka sukai dan kuasai. Jadilah guru yang memiliki kemampuan untuk bisa mengetahui potensi siswa. Sekali-kali ajak mereka diskusi dan tanyakan mengenai bakat dan minat mereka sehingga guru bisa memberikan solusi untuk mengembangkan satu atau dua bakat mereka. Jadi jangan ikut menjudge mereka tidak bisa apa-apa, tapi mulailah membantu siswa mengembangkan potensinya. Lebih baik memberikan motivasi kepada siswa daripada menjatuhkan mental siswa dengan kata "mau jadi apa kamu nanti?". Ini untuk menjaga agar kita tidak malu sebagai guru jika suatu saat nanti siswa tersebut sukses di masa mendatang dengan satu bakatnya melebihi kesuksesan kita.



Monday, April 13, 2020

Tips Menyematkan File PDF, Microsoft Word dan Microsoft Excel di Blog

Sebelum menyematkan file PDF, microsoft word atau microsoft excel di postingan blog, kalian perlu menyimpan file yang akan disematkan tersebut dalam google drive. Lihat cara menyimpan file di google drive. Berikut langkah-langkah menyematkan file di blog. Ini saya gunakan contoh file type PDF yang sudah saya simpan di google drive.
1. Buka google drive dan klik file yang akan disematkan, kemudian dapatkan link yang bisa dibagikan. Lihat gambar di bawah
2. Copy link dengan cara tekan CTRL C pada keyboard. Lihat gambar
3. Buka Tab baru, kemudian paste yang di copy tadi. Hasilnya akan tampak seperti gambar di bawah ini.
4. Klik "sematkan item..." dengan mengklik seperti gambar di bawah
5. Copy HTML. Lihat gambar di bawah
6. Buka BlogPostingan→Entri Baru→Paste HTML yang tadi pada postingan, pilih bagian HTML. Lihat seperti gambar di bawah
 7. Berikut hasilnya

Cara di atas juga berlaku untuk file tipe microsoft word atau microsoft excel. 
Semoga postingan ini bermanfaat.

Wednesday, April 8, 2020

Situs web atau aplikai belajar online

Meluasnya virus corona atau yang lebih dikenal dengan nama COVID-19 memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat terutama dalam bidang pendidikan. Pembelajaran yang biasanya dilakukan di sekolah tidak bisa dilaksanakan karena mengumpulkan banyak orang dalam satu tempat akan meningkatkan penyebaran COVID-19 ini. Beberapa bimbingan belajar juga ditutup sementara sampai batas waktu yang tidak ditentukan. 
Namun dalam artikel ini, saya ingin berbagi informasi mengenai web atau aplikasi-aplikasi yang bisa digunakan guru dalam memberikan pembelajaran online ke siswa sebagai solusi untuk situasi sekarang ini. Berikut saya sajikan beberapa web atau aplikasi dan tidak berdasarkan peringkat.
Rumah Belajar merupakan bimbel gratis online yang dibuat oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan yang dapat diakses secara gratis. Rumah belajar memiliki fitur kelas maya yang dapat digunakan oleh guru untuk memberikan pembelajaran mode daring/online. Rumah Belajar menyediakan video pembelajaran yang dapat juga di download dan melakukan pembelajaran secara ofline dengan menyimpan video hasil downloadan di laptop atau PC. Selain untuk guru, peserta didik juga dapat mengakses rumah belajar dan dapat memutar ataupun mendownload video untuk belajar dirumah.
2. Zoom
Zoom merupakan aplikasi yang bisa di download lewat handphone android yang tersedia di playstore. Pembelajaran dengan aplikasi zoom menyediakan pembelajaran melalui video call yang dapat menampung 20 user atau lebih. Jadi melalui aplikasi ini, bisa memberikan pembelajaran satu kelas dengan komunikasi interaktif karena bisa bertatap muka tapi melalui aplikasi. Syarat dari penggunaan aplikasi ini adalah kuota yang memadai dan sinyal yang mendukung. Usahakan sinyalnya 4G agar video call berjalan lancar.
Google Classroom merupakan situs web yang dimiliki oleh google untuk memfasilitasi guru dan peserta didik dalam melakukan pembelajaran online. Dalam google classroom ini guru dapat membuat kelas-kelas di aplikasi tersebut dan dapat memberikan pembelajaran, diskusi dan tugas pada google classroom. Bahkan dalam google classroom, guru dapat memberikan siswa nilai mengenai tugas-tugasnya. Google classroom dapat di akses melalui web dengan laptop ataupun melalui aplikasi dengan mendownload melalui playstore. 
4. Zenius
Zenius merupakan situs web atau aplikasi belajar online yang bisa di download di playstore. Dalan zenius terdapat materi, video, pembahasan materi, belajar dengan tutor langsung melalui live class, latihan soal dan lainnya. Melalui zenius belajar bisa dilakukan dimana saja tanpa memperhatikan tempat yang penting ada waktu belajar dan sinyal untuk akses internet.
Sama dengan pembelajaran online sebelumnya. Kelas pintar bisa di akses melalui handphone dan di download melalui playstore. Di kelas pintar disajikan materi, latihan soal, tanya jawab, dll. 

Sebenarnya ada banyak lagi aplikasi atau situs web yang bisa digunakan sebagai sumber belajar. Lagi satu situs blog yang mungkin bisa dijadikan referensi untuk cari materi, soal dan pembahasan SBMPTN, soal dan pembahasan UN. Kunjungi Rumah Belajar Andre.

Saturday, April 4, 2020

Wayang Bilangan? Tips mengajarkan penjumlahan dan pengurangan bilangan

Penjumlahan bilangan bulat merupakan pelajaran yang sederhana bagi siswa SMP. Akan tetapi banyak sekali siswa yang mengalami kendala dalam pelajaran ini. Waktu siswa berada di tingkat dasar, penjumlahan ini sudah ada tapi hanya sebatas penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat positif dan nol. Pada jenjang SMP siswa diajarkan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat positif, nol dan negatif. Banyak siswa yang mengalami kesusahan dalam memahami penjumlahan maupun pengurangan, terutama pada bilangan bulat negatif. Guru harus mempunyai tips-tips khusus untuk mengajarkan materi ini. Nah pada artikel ini akan saya sampaikan bagaimana cara mengajarkan penjumlahan maupun pengurangan bilangan bulat menggunakan 'wayang bilangan'.
Wayang bilangan yang dimaksud disini adalah media pembelajaran yang dapat membantu guru dalam mengajarkan penjumlahan maupun pengurangan bilangan bulat. Guru perlu melakukan persiapan dengan membuat wayang bilangan yang sederhana, bisa terbuat dari karton dan sebisa mungkin buat wayang bilangan yang menarik untuk memotivasi siswa.
Sebelum membelajarkan dengan wayang bilangan, ada beberapa hal yang perlu di sepakati dan dipahami dulu oleh siswa.
1. Perkalian yang berbeda tanda hasilnya negatif, sedangkan perkalian yang tandanya sama hasilnya positif. Misal: $-(-2)=-1\times (-2)=2$
2. Posisi wayang bilangan menghadap ke kanan di titik 0 pada garis bilangan. "+" artinya maju dan "-" artinya mundur. Kalau dalam soal terdapat "5-2=..." berarti "+5-2=...". Artinya kalau kita menggunakan wayang bilangan, maka di posisi 0 wayang bilangan menghadap ke kanan dan maju sebanyak 5 langkah karena (+5), dari posisi itu wayang bilangan mundur sebanyak 2 langkah karena (-2). Kalau di ikuti dengan benar, maka posisi akhir wayang bilangan berada pada titik 3, maka nilai dari "5-3=2".
Misalkan soal lain, yaitu "-6+4=...". Posisikan wayang bilangan di titik 0 dan menghadap ke kanan, dari posisi itu wayang bilangan bergerak mundur sebanyak 6 langkah karena (-6), sekarang maju sebanyak 4 langkah karena (+4). Kalau kegiatan ini dilakukan dengan benar, maka posisi wayang tersebut sekarang berada pada titik (-2). Maka hasil dari "-6+4=-2". 
Dengan kegiatan ini diharapkan siswa akan termotivasi belajar karena mereka bisa bermain sambil belajar menggunakan alat peraga wayang bilangan. Sekalipun sederhana, ini cukup membantu siswa dalam melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.
andre pradnya. Powered by Blogger.